Jumat, 29 Agustus 2014

Service cooling tower berkualitas

Sekarang service cooling tower berkualitas sudah berkembang diindonesia karena banyak yang membutuhkan service tersebut. Cooling tower  adalah Sistem pendinginan kembali air yang digunakan pada water cooled condenser. Cooling tower untuk mendinginkan air kembali yang sudah digunakan pada unit proses atau penghasil air pendingin yang dipakai pada cooler. Sentuhan air dan udara serta evaporasi air di dalam menara pendingin akan menurunkan temperatur air yang selanjutnya kembali disirkulasikan ke kondensor mesin refrigerasi. Air penambah (make up water) digunakan untuk mengganti sejumlah air yang menguap selama proses pendinginan di dalam menara pendingin. Selain menggunakan menara pendingin, kondensor mesin refrigerasi bisa juga didinginkan menggunakan air dari sungai, danau, ataupun laut.

cooling tower
Proses pelepasan panas yang terjadi pada cooling tower  mengandalkan pada volume air yg banyak, serta evaporasi (penguapan air) dengan semburan fan. Cooling tower terbukti mampu mengatasi panas jauh lebih baik daripada radiator, oleh karena itu pada skala industri besar seperti mesin pabrik & reaktor nuklir, pendinginannya harus menggunakan cooling tower. Bahkan reaktor nuklir menggunakan volume air danau untuk mendinginkannya. Oleh karena itu cooling tower banyak dipasang di mall- mall atau pabrik – pabrik besar karena ditempat seperti itu sangat membutuhkannya.

Kompenan  yang diperhatikan service cooling tower


Komponen yang harus diperhatikan oleh seorang service tower antara lain rangka dan wadah, bahan pengisi, kolam air dingin, eliminator aliran, saluran masuk udara, louvers, nosel dan fan. Kesemuanya dijelaskan  Rangka dan wadah. Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing), motor, fan, dan komponen lainnya. Dengan rancangan yang lebih kecil, seperti unit fiber glass, wadahnya dapat menjadi rangka.

Bahan Pengisi. Hampir seluruh Cooling tower menggunakan bahan pengisi (terbuat dari plastic atau kayu) untuk memfasilitasi perpindahan panas dengan memaksimalkan kontak udara dan air. Terdapat dua jenis bahan pengisi antara lain  Bahan pengisi berbentuk percikan/Splash fill: air jatuh diatas lapisan yang berurut dari batang pemercik horisontal, secara terus menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil, sambil membasahi permukaan bahan pengisi. Bahan pengisi percikan dari plastic memberikan perpindahan panas yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu dan Bahan pengisi berbentuk film: terdiri dari permukaan plastik tipis dengan jarak yang berdekatan dimana diatasnya terdapat semprotan air, membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak dengan udara. Permukaannya dapat berbentuk datar, bergelombang, berlekuk, atau pola lainnya. Jenis bahan pengisi film lebih efisien dan memberi perpindahan panas yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash.

Kolam air dingin. Kolam air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah Cooling tower, dan menerima air dingin yang mengalir turun melalui Cooling tower dan bahan pengisi. Kolam biasanya memiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin. Drift eliminators. Alat ini menangkap tetes-tetes air yang terjebak dalam aliran udara supaya tidak hilang ke atmosfir. Saluran udara masuk. Ini merupakan titik masuk bagi udara menuju Cooling tower . Saluran masuk bisa berada pada seluruh sisi menara (desain aliran melintang) atau berada dibagian bawah menara (desain aliran berlawanan arah).Louvers. Pada umumnya, Cooling tower dengan aliran silang memiliki saluran masuk louvers. Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan menahan air dalam Cooling tower. Beberapa desain Cooling tower aliran berlawanan arah tidak memerlukan louver.Nosel. Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi. Distribusi air yang seragam pada puncak bahan pengisi adalah penting untuk mendapatkan pembasahan yang benar dari seluruh permukaan bahan pengisi. Nosel dapat dipasang dan menyemprot dengan pola bundar atau segi empat, atau dapat menjadi bagian dari rakitan yang berputar seperti pada Cooling tower dengan beberapa potongan lintang yang memutar.Fan. Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan dalam Cooling tower.

cooling tower
Umumnya fan dengan baling-baling/propeller digunakan pada Cooling tower induced draft dan baik fan propeller dan sentrifugal dua-duanya ditemukan dalam menara forced draft. Tergantung pada ukurannya, jenis fan propeller yang digunakan sudah dipasang tetap atau dengan dapat dirubah-rubah/ diatur. Sebuah fan dengan baling-baling yang dapat diatur tidak secara otomatis dapat digunakan diatas range yang cukup luas sebab fan dapat disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki pada pemakaian tenaga terendah. Baling-baling yang dapat diatur secara otomatis dapat beragam aliran udaranya dalam rangka merespon perubahan kondisi beban. Itulah komponen – kompenen yang harus diperhatikan oleh seorang service cooling tower.

 Sistem watercoling oleh service cooling tower


Seseorang yang melakukan service cooling tower juga menggunakan metode outdoor yang disebut dengan metode outdoor cooling tower agak berbeda dengan sistem freon/peltier. Sebab pada cooling tower tujuannya adalah membuang kelebihan panas CPU. Karena panas terbuang secara optimal maka temperatur CPU akan stabil & tidak akan bisa overheat. Namun karena menggunakan air biasa, maka mustahil temperatur CPU bisa lebih rendah dari temperatur air dalam tabung. Sedangkan pada metode freon/peltier tujuannya adalah memaksa temperatur CPU menjadi dingin. Pada metode ini temperatur CPU bisa dipaksa mendekati 0°C. Namun metode freon/peltier dapat menghabiskan dana hingga 1 juta (bahkan bisa lebih), dan karena temperatur sistem menjadi sangat dingin, maka anda akan menghadapi masalah kondensasi pada waterblock & selang yg tentu saja bila tidak diatasi tetesan airnya bisa merusak komponen dalam PC anda.

Freon & Peltier juga mengkonsumsi daya yg luar biasa besar. Jadi jelas metode freon/peltier kurang praktis, lebih beresiko, dan jauh lebih mahal. Dari hasil pengujian, terbukti bahwa cooling tower sudah mampu menjinakkan temperatur CPU yg dioverclock extreme. BIla anda ingin mendapat performa CPU yg lebih tinggi lagi, maka cara yg lebih murah & mudah adalah dgn mengupgrade CPU, sebab mendinginkan secara extreme dgn freon/peltier selain mahal juga tidak akan memberikan peningkatan yg terlalu banyak lagi. Kita harus ingat bahwa pada setiap CPU ada yg namanya "tembok batas GHz", yg artinya CPU yg didinginkan seperti apapun tetap tidak akan bisa stabil bila sudah melewati tembok batas tsb.





Industri service cooling tower

Sekarang industry service cooling tower sudah berkembang di indonesia karena sudah banyaknya yang memakai cooling tower sehingga banyak yang membuka perusahaan – perusahaan di bidang cooling tower. Setiap tahun peningkatan perusahaan cooling tower semakin meningkat dan pendapatan diperusahaan bertambah pesat. Cooling tower merupakan salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas. Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle, fan/blower, bak penampung, casing, dan sebagainya.

cooling tower
Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor.

Kerja service tower pada AC sentral


Sistem  kerja cooling tower pada tata udara (AC) sentral berarti bahwa proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian didistribusikan ke semua arah atau lokasi. Sistem ini memiliki beberapa komponen utama yaitu unit pendingin atau Chiller, Unit penanganan udara atau Air Handling Unit (AHU), Cooling Tower, system pemipaan, system saluran udara atau ducting dan system control & kelistrikan. Pada unit pendingin atau chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower. Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.

cooling towerPada komponen- komponen AHU/ FCU pada cooling tower  pastinya akan memiliki filter yang merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel – partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih dan filter berdasarkan kelas – kelasnya, Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruang – ruangan dan terakhir koil pendingin  yang merupakan kompenen yang berfungsi menurunkan temperature udara. Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan ( return air ) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan ( fresh air ) dengan komposisi yang bisa diubah- ubah sesuai keinginan.


Perawatan cooling tower

Biasanya seorang pengusaha yang mempunyai cooling tower membutuhkan perawatan yang baik oleh karena itu banyak industry service cooling tower yang ada diindonesia untuk mengatasi kesulitan anda di bidang cooling tower. Masalah yang sering terjadi pada cooling tower antara lain Kerak, Korosi, Lumut. Pembentukan kerak  itu seperti  Kerak Calcite/Aragonite/CaCO3 terjadi karena adanya Ca - Hardness dan Alkalinity, Kerak Magnesium – Silikat terjadi karena adanya Mg – Hardness dan Silika,Kerak Silika terjadi karena adanya kandungan silica dalam air , Kerak Phosphat/Ca3 ( PO4 )2, terjadi karena adanya penggunaan bahan kimia yan mengandung phosphat secara tidak tepat.

Mineral – Mineral Pembentuk Kerak meliputi Calcite (CaCO3), Aragonite (CaCO3), Anhydrite (CaSO4), Gypsum (CaSO4*2H2O), Calcium Posphate Ca3(PO4)2, Hydroxypatite Ca5(PO4)3(OH), Silica (SiO2), Magnesium Silicate MgSiO3, Brucite Mg(OH)2. Efektifitas cooling tower sudah tak perlu diragukan lagi, bahkan reaktor nuklir sekalipun menggunakan cooling tower sebagai sarana pendinginan. Proses pelepasan panas pada cooling tower mengandalkan pada volume air yg banyak, serta evaporasi (penguapan air) dengan semburan fan. Cooling tower terbukti mampu mengatasi panas jauh lebih baik drpd radiator, oleh karena itu pada skala industri besar seperti mesin pabrik & reaktor nuklir, pendinginannya harus menggunakan cooling tower. Bahkan reaktor nuklir menggunakan volume air danau untuk mendinginkannya . Secara logika, makin banyak volume air yg digunakan & diuapkan maka makin banyak panas yg dilepaskan. Lihat saja, bahkan lava panas dari gunung berapi saja langsung membatu bila masuk air laut, itu semua membuktikan bahwa panas setinggi apapun akan takluk dengan volume air yang banyak. Oleh karena itu cooling tower memerlukan perawatan yang khusus dan dilakukan oleh ahlinya.









Pentingnya service cooling Tower

Apakah anda sudah mengetahui pentingnya service cooling tower diindonesia, terutama untuk perusahaan – perusahaan maupun mall- mall yang ada pastinya mempunyai cooling tower. Cooling tower itu sendiri adalah suatu menaraatau bangunan sirkulasi udara secara langsung atau tidak langsung kontak dengan air panas dan kemudian diubah menjadi air dingin yang diharapkan  atau memindahkan sejumlah panas dari suatu fluida ke fluida lain. Peranan cooling tower  banyak digunakan untuk mendinginkan air, dimana proses pendinginan dapat terjadi dengan bantuan udara luar serta kipas untuk mempercepat pendinginan tersebut.

cooling tower

Cooling tower mempunyai prinsip kerja yang sangat difusi, dimana adanya perubahab temperature dapat mengakibatkan perbedaan besarnya laju perpindahan massa yang terjad. Besar sebuah lajuperpindahan massa dipengaruhi oleh luas daerah kontak antara fluida panas dan fluida dingin. Proses yang terjadi pada cooling tower yang bernama heat transfer yang disebabkan pengapan air dalam porsi kecil dan juga transfer sensible heat yang disebabkan oleh perbedaan temperature antara air dan udara. Diperkirakan 80 % dari transfer heat itu adalah kalor latent dan 20 % sisanya adalah kalor sensible. Sebuah cooling tower bisa digunakan sebagai penghilang panas dalam proses thermodynamics konvensional seperti pendinginan atau generasi tenaga steam ataubiasa digunakan dalam berbagai proses dimana air digunakan untuk penukar panasdan ini baik atau diinginkan untuk membuat penolak panas pada udara atmospherics. Air bekerja sebagai sebagai fluida penukar panas, menghilangkan panas ke udaraatmospherics kemudian didinginkan dan disirkulasi pada system untuk menghasilkanoperasi yang ekonomis.

Dasar service cooling tower


Dalam service cooling tower secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian antara lain Evaporasi Cooling Tower atau Wet Cooling Tower Transfer panas dari hot water menjadi cold water menggunakan proses transfer panas lewat evaporasi. Tiga perbedaan mendasar pada desain evaporative cooling tower antara lain  Atmospheric Cooling Tower,  Natural Draft Cooling Tower, Mechanical Draft Cooling Tower  dibagi menjadi  Forced Draft,  Counter Current Induced Draft,  Cross Flow Induced Draft, Hyperbolic Tower.  Sedangakan cooling tower  Non Evaporative Cooling Tower atau Dry Cooling Tower Transfer panas dari hot water menjadi cold water menggunakan transfer panas sensible. Terdapat tiga jenis desain untuk tipe non evaporative cooling tower  antara lain Air  Cooled Condenser, Air Cooled Heat Exchanger,Cooling Air flow ,Wet Dry Cooling Tower . dan gabungan dari dua tipe dasar diatas bisa dilakukan secara pararel atau terpisah oleh seorang service coolin tower.
cooling tower

Ternyata cooling tower juga masih terbagi lagi antara lain berdasarkan arah aliran udara masuk cross Flow yaitu udara mengalir secara horizontal , melewati jatuhnya air dan Counter current Flow, udara mengalir secara vertical, melawan jatuhnya air. Berdasarkan alat bantu seperti fan atau blower antara lain Induced draft, alat bantu berada di bagian puncak tower dan force draft, alat bantu berada di bagian tower. Berdasarkan kondisi aliran udara tanpa alat bantu Atmospheric ; Cooling tower atmospheric tidak dilengkapi dengan mechanical fan untuk mengalirkan udara ke tower, udara diperoleh dari aliran induksi alami oleh tekanan.Udara pada kondisi ini mengalir bebas tanpa memakai penutup tower dan Natural draft ; Udara mengalir dalam udara pendingin dari tower namun kondisiudara belum tentu atmospheric. Berdasarkan bentuknya antara lain rectilinier dan round mechanical Draft dan yang terakhir berdasarkan perpindahan  panas antara lain Evaporatif dan Dry Tower.Itulah cooling tower  berdasarkan atas dasar yang dibuatnya dan terbagi menjadi masing – masing.

Air berfungsi untuk seorang service cooling tower

Air sangat berguna sebagai umpan dalam coolin tower yang dilakukan untuk melakukan service yang akan dilakukan, karena dalam industry air berguna sebagai air baku pada industri air minum dan pemutar turbin pada pembangkit tenaga listrik, juga sebagai alat bantu utama dalam kerja pada proses – proses industri. Selain itu juga air digunakan sebagai sarana pembersihan ( cleaning ) baik itu cleaning area atau alat – alat produksi yang tidak memerlukan air dengan perlakuan khusus atau cleaning dengan menggunakan air dengan kualitas dan prasyarat tertentu yang membutuhkan sterilisasi dan ketelitian yang tinggi. Dalam hal ini pembahasan difokuskan pada air sebagai penghasil energi kalor dan sebagai penyerap energi kalor ( pendingin ) dalam industri pada umumnya.

Colling tower atau menara pendingin adalah suatu sistem pendinginan dengan prinsip air yang disirkulasikan. Air dipakai sebagai medium pendingin, misalnya pendingin condenser, AC, diesel generator ataupun mesin – mesin lainnya. Jika air mendinginkan suatu unit mesin maka hal ini akan berakibat air pendingin tersebut akan naik temperaturnya, misalnya air dengan temperature awal ( T1 ) setelah digunakan untuk mendinginkan mesin maka temperaturnya berubah menjadi ( T2 ). Disini fungsi cooling tower adalah untuk mendinginkan kembali T2 menjadi T1 dengan blower / fan dengan bantuan angin.  Oleh sebab itu air sangat berguna sebagai bahan proses dalam cooling tower yang akan dilakukan oleh ahli cooling tower.

Service cooling tower handal

Sekarang banyak yang mencari seorang jasa service cooling tower handal yang dapat mengatasi masalah dalam hal cooling tower agar bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan sekali. Cooling tower dirancang dan dibuat dalam berbagai ukuran dan konfigurasi. Tugas utama dari cooling tower adalah untuk mendinginkan air dengan membuang panas ke atmosfer. Pembuangan panas ini di capai melalui prose alami dari penguapan yang ter jadi ketika udara dan air dikontakan langsung di dalam cooling tower. Penguapan ini paling efisien bila luas permukaan air maksimum terkena aliran udara maksimum pada periode waktu yang lama.Air pendingin di distribusikan dan distribusi udara di rancang dalam rancangan yang harmonis dan sama sama penting untuk menentukan efesiensi maksimum dalam pembuangan panas ke atmosfer. 

cooling tower
 Efisien keseluruhan sebuah menara pendingin secara langsungberhubungan dengan desain distribusi air menara dan permukaan pertukaran panas. Rancangan system distribusi mempengaruhi kepala pompa untuk membawa air panas ke inlet cooling tower. Tergantung pada jenis system distribusi kepala pompa yang di butuhkan adalah mengangkat statis di tambah tekanan yang di butuhkan di distributor.  Cooling Tower secara umum membutuhkan nosel penyemprot tekanan rendah untuk membagikan air panassama di atas permukaan fillerdalam tetesan halus. Sebuah drif eliminator bagian atas distribution air menahan semua air keluar dari cooling tower dan menjaga air tetap dalam system sirkulasi. Hanya air menguap di udara yang meninggalkan cooling tower dengan udara jenuh. Distribusi nozzle sensitive terhadap perubahan dalam aliran air sehingga mempengaruhi atas efesiensi semua. Gerakan udara vertical melalui filler membawa udara jenuh dan air tetap jatuh ke bawah.

Cara membuat pembersih  colling tower


Biasanya seorang service cooling tower membuat  bahan pembersih agar mudah digunakan dengan cepat dan tidak memerlukan waktu yang sangat lama untuk membersihkannya. proses pendinginan seperti ini yang paling sederhana adalah pada cooling tower ( menara pendingin ) atau yang paling umum dan dikenal adalah pada radiator ( mobil ).Karena terjadi endapan, kerak dan karat, maka pada waktu tertentu bahan yang menjadi perantara / pembawa perlu dibersihkan. Sebab apabila dibiarkan dalam waktu yang lama, maka bahan perantara akan menjadi tebal dan sempit karena endapan dan kerak.Serta keropos karena proses perkaratan.

cooling tower
Bahan yang diperlukan untuk membuat cooling tower adalah Trisodium Phosphate 10, Sodium Alginate        20 , Soda Ash  70 Aksi terbesar dalam membersihkan endapan dan kerak diberikan oleh Trisodium Phospat dan Soda Ash. Aksi pertama dikerjakan oleh Soda Ash yang akan melunakkan dan membabat endapan dan kerak. Trisodium Phosphat kemudian akan melarutkan endapan dan kerak yang telah dibabat oleh Soda ash. Sedangkan sodium Alginat akan menjaga endapan dan kerak yang telah dibabat oeh aksi semula tetap dalam bentuk yang mudah dibuang. Dan cara yang tepat untuk membuatnya larutkan ketiga bahan di atas dalam 1 juta bagian air , panaskan sampai tercampur dengan baik dan terbentuk campuran seperti lumpur ,setelah terbentuk seperti lumpur turunkan dari pemanas, biarkan sampai dingin . Itulah cara yang tepat untuk membuat bahan cooling tower bila bahannya tepat dan cara membuatnya benar akan mendapat hasil yang sangat baik tanpa susah – susah untuk mebeli bahan tersebut ditoko.

System operasi seorang service cooling tower


Pastinya seorang service cooling tower  memiliki system operasi yang sangat mudah untuk mengerjakan cooling tower, sistem operasi cooling tower berdasarkan pada penguapan dan perubahan panas sensible, dimana campuran dua aliran fluida pada temperatur yang berbeda (air dan udara) akan melepaskan panas latent penguapan yang menyebabkan efek pendinginan ke fluida yang lebih panas dalam masalah ini air. Efek pendinginan inidicapai dengan merubah sebagian cairan ke keadaan uap dengan melepaskan panas latent penguapan. Selain itu, panas sensible juga berperan ketika air panas yang dilewatkan kontak dengan aliran udara dingin yang masuk, sehingga udara akanmendinginkan air dan temperatur akan meningkat sesuai dengan jumlah panas sensible yang diperolehnya.

 Jika udara kering pada temperatur konstant dijenuhkan dengan air pada temperatur yang sama dalam suatu peralatan kontak langsung. Uap air akan masuk ke udara dengan membawa panas latentnya. Humiditas campuran udara-uap air akan meningkat selama penjenuhan, karena tekanan uap dari air yang berpindah dari lingkungan air lebih besar dari tekanan uapnya dalam udara tak jenuh sehingga penguapan dapat terjadi. Dan bila tekanan uap dari air di udara sama dengan cairannya, maka penguapan akan terhenti. Perpindahan material oleh perbedaan tekanan uap (beda konsentrasi) disebut difusi. Itulah system yang sering digunakan oleh seorang service cooling tower dan tidal lupa dalam mendesain cooling tower biasanya menggunakan metode Chart? Grafik yang data dan preminary desain dalam hal memgestimasi size tower, harga dan mekanik.




Kamis, 28 Agustus 2014

System pengenalan service cooling tower

Proses pendinginan pada system  pengenalan service cooling tower berlangsung dengan system kerja penukaran panas yang menggunakan media udara dan air,  berkontak secara langsung satu sama lain sehingga terjadi perpindahan panas. Kelebihan air kondensat dari proses yang terjadi pada menara pendingin akan diinjeksikan kembali kesumur reinjeksi. Reinjeksi dilakukan untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan  dapat mengurangi subsidence serta recharge water bagi reservoir di perut bumi ini. 

cooling tower
Sistem pendingin pada unit PLTP terdiri dari dua macam sistem sirkulasi yaitu sistem air pendingin utama ( Main Cooling Water System ) yang melayani pendinginan pada kondensor dan sistem air pendingin sekunder ( Secondary Cooling Water System ), yang melayani pendinginan untuk peralatan bantu seperti Oil Cooler, Generator Air Cooler, dan Compressor Air Cooler. Pendinginan ini terjadi sebagai akibat adanya penguapan dari sebagian air kedalam aliran udara yang mempunyai kelembaban rendah, sehingga air panas akan melepaskan sebagian panas sensibelnya dengan jumlah yang sama dengan jumlah panas laten yang diperlukan untuk terjadinya penguapan tersebut.

Cara kerja yang baik pada service cooling tower

 

Cara kerja yang dilakukan oleh service cooling tower, Air panas  masuk melalui hot water inlet port pada cooling tower dengan dibantu oleh pompa kemudian  naik kebagian atas cooling tower tersebut. Air kemudian keluar melalui lubang2 yang ada pada sprinkler. Sprinkler akan berputar sambil melepaskan air dan mendistribusikannya secara merata di bagian atas cooling tower. Air yang keluar dari sprinkler ini kemudian masuk ke water column dan bersinggungan dengan aliran udara yang arahnya berlawanan (air panas turun ke bagian bawah cooling tower, sementara udara masuk dari bagian bawah untuk seterusnya keluar dari bagian atas).

cooling tower
Pada saat persinggungan antara air dan udara ini, sejumlah kalor akan dilepaskan dari air yang bertemperatur lebih tinggi ke udara yang bertemperatur lebih rendah. Akibatnya temperatur air akan turun. Temperatur air yang sudah dingin ini kemudian ditampung di bagian bawah cooling tower (basin) untuk kemudian disirkulasikan lagi menuju ke kondenser agar bisa menyerap kalor lagi. Pada saat persinggungan antara air dan udara, sejumlah air akan ikut terbuang ke udara, sehingga volume air akan berkurang, dan untuk mengatasinya, maka make-up water yang dihubungkan dengan jalur air domestik (PAM) dengan dilengkapi pelampung akan tetap menjaga agar level air di penampung tidak berkurang.

Kelebihan memakai  service cooling tower


Banyak kelebihan yang didapat memakai service cooling tower karena akan mempermudah melakukan service tersebut. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya.

Kelebihan dan kekurangan yang terjadi pada service cooling tower AC Sentral, Kelebihannya Kebisingan dan getaran mesin pendingin hamper tidak mempengaruhi ruangan, Perbaikan dan pemeliharaan lebih mudah, Seluruh beban pendingin semua ruangan dalam bangunan dapat dilayani oleh satu system ( unit ) saja, Kelembapan udara dapat diatur.Kekurangan  pada cooling tower antara lain  Harga mula cukup tinggi,  Biaya operasional yang cukup mahal, Unit sentral tidak dapat dipakai untuk rumah sakit, karena kuman- kuman dari ruangan untuk penderita penyakit menular ( melalui saluran udara balik ) dapat disebarkan ke ruangan – ruangan lain.  Jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup. Jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU.


Definisi service cooling tower

Apakah anda tahu tentang definisi service cooling tower adalah seseorang yang membersihkan menara pendingin seperi chiller, AHU, dan ducting dengan metode – metode khusus dan teknik – teknik yang sudah dipelajari oleh jasa service tersebut. Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle, fan/blower, bak penampung, casing, dan sebagainya. Colling tower juga mempunyai prinsip kerja pada  AC Sentral  dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya.

cooling tower
Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower.

Sistem service cooling tower pada AC sentral


Dalam service cooling tower mempunyai beberapa system yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada kompenen yang bernama evaporator, jika memiliki system indirect cooling maka fluida yang didinginkan  tidak langsung udara nmelainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju pendingin. Jika anda perhatikan komponen – komponen apa saja yang ada di dalamnya setiap AHU akan memiliki Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.

cooling towerCentrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan. Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara. Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau. Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU.

Kompenen service cooling tower pada Ac sentral


Di dalam service cooling tower pada  Ac sentral memiliki kompenen didalamnya CHILLER (unit pendingin). Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).Jenis chiller didasarkan pada jenis kompressornya adalah  Reciprocating, Screw, Centrifugal.  Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya adalah  Air Cooler, Water Cooler. AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan. 

COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ). Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah. POMPA SIRKULASI,  Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu : Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU dan Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ). Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan seterusnya. Itulah komponen yang ada pada Ac sentral bagian ruang semoga dapat membantu anda untuk mengetahui lebih jelas tentang kompenen tersebut.

Prinsip kerja service cooling tower


Prinsip kerja service cooling tower - Banyak sekali dimall – mall yang membutuhkan seseorang untuk menservice cooling tower, colling tower adalah salah satu kompenen utama pada AC sentral selain chiller, AHU dan ducting adalah colling tower atau menara pendingin.  Fungsi cooling tower adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan uidara secara konveksi paksa menggunakan fan/ kipas. Colling tower sangat diperlukan sekali pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral kompresi uap terdiri dari proses kompresi kondensasi ekspansi(perubahan tekanan) dan evaporasi. 

cooling tower
 Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan media berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Untuk mendinginkan refrigran, Kondensor menggunakan air sebagai media untuk proses pendinginannya. Uap refrigeran panas mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran panas berubah fase dari fase gas menjadi cair, yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi (perubah tekanan) , sementara air yang keluar dari kondensor memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower.

 Jenis – jenis cooling tower


Menara Pendingin Forced Draft dengan cara kerjanya adalah udara dihembuskan oleh sebuah fan yang terletak pada saluran udara masuk sehingga terjadi kontak langsung dengan air yang jatuh. Cooling tower induced draft dengan aliran berlawanan dengan cara kerja air masuk pada puncak dan melewati bahan pengisi (filler),  Udara masuk dari salah satu sisi (menara aliran tunggal) atau  pada sisi yang berlawanan (menara aliran ganda), Fan mengalirkan udara melintasi bahan pengisi menuju saluran keluar pada puncak menara. Cooling Tower induced draft dengan aliran melintang dengan cara kerja  Air panas masuk pada puncak menara, melalui bahan pengisi (filler), Udara masuk dari samping menara melewati filler, sehingga  terjadi kontak langsung dengan air (pendinginan) dan keluar menuju puncak.

cooling tower
Cooling tower sangat diperlukan sekali dimall- mall, pabrik atau perusahaan yang lain yang menggunakan unit pendingin, oleh karena itu banyak perusahaan yang memerlukan jasa service cooling tower untuk memperbaiki cooling tower yang dimilikinya agar terawatt dengan semaksimal mungkin. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative dan blowdown. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller
.

Pengolahan air cooling tower


Pengendalian kualitas cooling water akan berpengaruh langsung terhadap kinerja dari alat-alat yang menggunakannya, termasuk pipa distribusi yang mengalirkan cooling water dari cooling tower ke pengguna. Masalah-masalah seperti lifetime alat yang pendek karena korosi, efisiensi pertukaran panas yang rendah akibat akumulasi produk korosi, kerak atau slime (Lumpur), dan naikknya konsumsi energi listrik untuk memompakan cooling water karena adanya penyumbatan pada perpipaan dan alat adalah sebagai akibat dari rendahnya kualitas cooling water.

Agar anda mengetahui kualitas dari cooling water itu sendiri, maka parameter – parameter di dalamnya harus ditinjau secara periodic melalui analisa laboratorium. Dengan mengetahui nilai dari parameter – parameter tersebut, maka pengendalian kualitas cooling water dapat dilakukan dengan baik. Parameter yang harus dilakukan secara periodik antara lain  Turbidity, Electrical conductivity, pH , M-alkalinity , Calcium hardness , Magnesium hardness, Chloride , Sulfate , Silica ,COD , Ammonium ion ,Total Iron ,Residual chlorine ,Corrosion inhibitor. Maka dalam melakukan cooling water hal – hal itu harus diperhatikan dengan sebaik – baiknya dan mendapat hasil yang cukup baik dan tepat sekali.